Jenis-Jenis Mioma Uteri

Mioma Uteri merupakan kependekan dari Leiomyoma Uteri (Fibroid). Miom merupakan sejenis tumor atau benjolan jinak otot polos. Benjolan ini umumnya menempati rahim dan sekitarnya. Karena termasuk tumor jinak, maka kemungkinan benjolan ini menjadi ganas atau bertransformasi menjadi kanker sangat kecil. Mioma uteri juga akan berkembang baik jika ada rangsangan hormon estrogen. Hal inilah yang membuat mioma uteri sering dijumpai pada wanita usia reproduktif

Pengaruh mioma uteri terhadap kesehatan dan kesuburan wanita sangat ditentukan oleh ukuran dan lokasi nya.  Mioma uteri yang terletak di luar rahim dan masih di rongga perut biasanya akan berhubungan dengan rahim melalui satu tangkai yang memberikan darah sebagai sumber kehidupan benjolan ini. Dalam dunia medis, ini disebut dengan pedunculated fibroid. Benjolan ini dapat bergerak sesuai dengan perubahan posisi badan.

Akibatnya, bukan tidak mungkin akan terjadi pemuntiran pada tangkainya. Jika hal itu terjadi, benjolan ini akan kekurangan darah sehingga menyebabkan kematian pada jaringan mioma. Saat terjadi pemuntiran tangkai tersebut, penderita akan mengalami kesakitan perut yang hebat secara mendadak. Tindakan pengobatannya adalah dengan mengangkat mioma tersebut.

Lain halnya jika letak mioma di rongga panggul dan berukuran besar. Mioma ini bisa menimbulkan rasa sakit pinggang bagian bawah. Jika benjolan ini menekan saluran kemih dari ginjal ke kandung kemih, akan memberikan efek bendungan terhadap ginjal. Lama-kelamaan, fungsi ginjal pun akan terganggu.

Jika mioma uteri berada di mulut rahim dan berhubungan dengan dinding rahim melalui satu tangkai sebagai sumber makanan, keluhannya dapat berupa pendarahan terus-menerus yang bercampur lendir. Posisi mioma seperti itu juga akan memperkecil kemungkinan penderita untuk bisa hamil. Mioma jenis ini dikenal dengan sebutan pedunculated submucous fibroid.

Mioma uteri yang tumbuh di dinding rahim bisa menonjol keluar, ke dalam, atau terbenam di dalamnya. Mioma uteri yang menonjol keluar dikenal dengan istilah subserous fibroid. Efek mioma uteri jenis ini lebih banyak ke arah mekanis, seperti menekan kandung kemih, usus besar, ataupun saluran telur. Akibat yang ditimbulkannya tergantung efek penekanan itu, bisa gangguan buang air kecil, besar, atau pun tidak hamil.

Mioma uteri yang terbenam di dalam dinding rahim dikenal dengan istilah intramural fibroid. Posisi mioma uteri ini dapat mengganggu kontraksi rahim. Pada saat menstruasi, rahim akan memeras darah haid keluar dari rongganya. Namun, karena adanya mioma uteri di dalam dinding rahim, proses pemerasan tersebut pun akan terganggu. Akibatnya, darah haid yang seharusnya bisa, keluar lancar akan terganggu, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman serta pendarahan, menstruasi agak memanjang dan banyak.

Mioma uteri yang berada di sebelah dinding dalam dikenal sebagai submucous fibroid. Mioma uteri jenis ini paling sering menimbulkan masalah pendarahan. Ini sesuai dengan lokasinya di permukaan dalam dinding rahim walaupun ukurannya kecil.

Umumnya, mioma uteri dapat diketahui dari pemeriksaan ginekologis dan ultrasonografi (USG). Pemeriksaan USG bisa menggambarkan dengan jelas letak, ukuran, dan karakteristiknya. Untuk penanganannya, akan disesuaikan berdasarkan keluhan yang timbul. Bisa dilakukan operasi pengangkatan ataupun cukup diikuti perkembangannya secara periodik.


=====================================

>>> Obat Herbal Alami Untuk Mengobati Penyakit Kista, Miom dan Tumor, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Obat Mioma Uteri and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Jenis-Jenis Mioma Uteri

  1. Virginia says:

    Bukan komentar tapi pertanya. Kalau mioma yaang posisi nya pada rahim kalo operasi apakah seharusnya diangkat semua ovarium dan tuba? Tolong jawab ya ……….

  2. Virginia says:

    Kenapa tidak diambil saja tomur /mion saja ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>